Kamis, 01 Februari 2018

SAHABAT SEJATI DALAM KRISTEN



SAHABAT SEJATI

Hidup sesungguhnya adalah suatu rangkaian relasi dan relasi ini bersifat niscaya. Tidak suatu hidup individu yang dapat dipahami dan dihayati tanpa adanya relasi. Relasi dalam hidup kita terjadi dengan Allah dan manusia yang didalamya terdapat yang keluarga dan SAHABAT. 

Pada kesempatan ini saya mempunyai kerinduan menulis tentang SAHABAT SEJATI, tentunya dibungkus dengan firman Tuhan. Apa itu sahabat ? bagaimana sahabat ? cara memilih sahabat ? dan bagaimana menjadi sahabat.

Ketertarikan saya menulis tentang sahabat ini adalah karena saudara PA saya NICO MANULLANG akan kebagian menjadi pembawa sharing dalam KTB (KELOMPOK TUMBUH BERSAMA) PMK UPI BANDUNG, beliau meminta saran kepada saya dan saya berharap tulisan ini dapat membantu dan menjadi berkat bagi yang mendengar ataupun membaca. 

Apakah ada perbedaan antara teman/kawan dan sahabat ?????? apakah ada perlakuan  khusus antara teman dan sahabat dan adakah perbedaan penggunaan kata/sebutan ?
Kita sering menggunaka kata teman dalam kehidupan seperti, teman sekelas, teman kerja, teman bisnis. Coba kita ganti dengan kata atau sebutan sahabat , apakah cocok ? apakah pantas dan apakah ada ?
Sahabat bisnis ? sahabat kerja ? sahabat sekelas ? tentu tidak ada, karena sabahat definisi tekecilnya adalah selalu Bersama suka dan duka dan tidak pernah mengambil keutungan. Begitu spesialnya seorang SAHABAT, begitu susahnya dicari, oleh karena itu sedikit banyak orang suilt menemukan dan bahkan tidak punya sahabat dalam kehidupannya.

Bisa saja kita mempunyai teman yang banyak, uang yang banyak , pekerjaan dengan pangkat dan kedudukan yang baik tapi apabila kita tidak memili sahabat maka rasanya dunia ini menjadi dunia yang hampa, kosong dan sepi. 

Selanjutnya saya akan membahas lebih dalam.

Sahabat sejati adalah kerinduan sejati. Karena sahabat sejati selalu rela mengivestasi waktu demi waktu untuk ada disamping diri, tidakkah itu memberikan ketenangan dan rasa nyaman  ??Sahabat sejati ia selalu menabur KASIH, mengerti persoalan HATI, dan memberikan kata-kata manis sebagai SOLUSI.
Tidak ada nilai yang lebih tinggi dari persahabatan, tak ada yang lebih hebat dari sahabat sejati, yang menjadi pertanyaan “ APAKAH KITA MEMILIKI SAHABAT SEJATI YANG PENUH PENGERTIAN, MEMAHAMI SEPENUHNYA ? apa yang kita jalani dikehidupan tak pernah berpikir SERONG, tak pernah menjahati diri, tak pernah mengambil keuntungan  tetapi selalu ada disisi untuk memberi kontribusi dalam wujdu bakti yang menyenangkan.

Memiliki sahabat sejati itu harta karun karna yang tak ternilai, karena itu belajarlah untuk memilah dan memilih, dapatkanlah sahabat sejati bukan hanya asal orang yang berkawan dengan otak sejuta keuntungan, tetapi disisi lain “BELAJARLAH PULA MENJADI SAHABAT SEJATI “ bagi banyak kawan sehingga mereka memandang kita dalam rasa hormat yang penuh tak pernah ingin berpisah karena kita sahabat yang bisa di PERCAYA. 

Terkadang TUHAN memakai orang lain untuk membentuk kita termasuk sahabat.

(Amsal 27;5-6) pembentukan karkater ditentukan oleh kerelaanya menerima teguran dan pembelajaran dari orang lain, interaksi atau persekutuan dengan orang lain akan membawa dampak bagi kita seperti dipertajam, dimatangkan dan didewasakan .
Yang membentuk dan menggesek kita biasanya bukan orang jauh melainkan orang yang dekat dengan kita yaitu sahabat. Oleh karna itu kita harus berhati-hati dalam memilih sahabat dan berhubungan dengan seorang lainnya.
Baca di AMSAL 13;20 DAN 1 KORINTUS 15;33 

SIFAT SAHABAT SEHARUSNYA
> Sahabat memberi nilai tambah positif bagi kita, membangun, menguatkan kita dan membimbig kita PADA KEHIDUPAN YANG BERKENAN KEPADA TUHAN
> Sahabat memberi dan MENERIMA dan berjalan Bersama baik suka maupun duka, meningkatkan semangat dan gairah dalam BELAJAR, atau MELAYANI TUHAN.

“UNTUK APA KITA PUNYA SAHABAT BILA DENGAN PERSAHABATAN ITU KITA HANYA SEMAKIN JAUH DARI TUHAN, MENINGGALKAN PELAYANAN, NILAI PERKULIAHAN MENJADI TURUN DRASTIS DAN SEBAGAINYA. 

Itu sebabanya tidak gampang menemukan sahabat sejati, butuh proses dan waktu yang tidak singkat. Mudah menemukan sahabat ketika dalam keadaan sukacita, tetapi sulit saat dalam keadaan DUKA, ada tertulis (AMSAL 19: 4 ).

Sahabat tidak hanya menyenangkan hati sahabatnya, tetapi juga siap untuk menegur dan mengingatkan bila ada kesalahan, karena ia tak ingin sahabatnya jatuh lebih dalam (AMSAL 27;5 ).
Banyak orang ketika dalam pelayanan sudah mencapai titik tertentu pelayanannya sukses, dia berhasil akhirnya dia kehiangan sahabat sama seperti teori kerucut makin tinggi seseorang makin akhirnya dia dalam kesendirian. Tetapi disanalah peran sahabat seharusnya bisa meluangkan waktu untuk berbincang-bincang, karena sering sekali seseorang dalam posisi tinggi orang sudah tidak lagi dekat dengan sahabat, tetapi hanya dikelilingi oleh penjilat-penjiliat yang selalu meng-iyakan perkataannya. Coba kita lihat dan perhatikan kisah Daud dan Yonathan.

CONTOH NABI DALAM PERSAHABATAN,
1 Samuel 18, yonathan dan daud sahabat yang mempunyai komitmen dan berpegang pada ikatan , Yonatahan rela mempertaruhkan posisi dan nyawanya dihadapan ayahnya sendiri juga Daud  setelah menjadi Raja atas Israel dan walaupun Yonathan sudah meninggal Daud tetap memperhatikan anak Yonathan yang cacat. Inilah bentuk kasih dari sahabar yang sejati, tulus dan terbatas waktu.

SUDAHKAH KITA MENJADI SAHABAT SEJATI BAGI ORANG LAIN ??
Selamat memiliki sahabat sejati dan berlomba menjadi sahabat sejati bagi kawan yang laiinya.
GBU, AND I JESUS U 

dantamsibarani.blogspot.com/