RUANGAN UJIAN NOMOR 5
"Kartu Ujiannya Mana?"
Hati gelisah sejak pagi itu kudengar kabarmu,
khawatir tak beralasan.
Anakku berkata-kata dalam dirinya,
"sedang apa bapak ini ?" sambil berpikir keras dengan angka-angka yang belum selesai meja-mejanya.
Aku curiga, aku berdiri dan bertanya " Mana Kartu Ujianmu"?
"Cukupkah Doa Ku Saja ?"
Ampuni dan Sadarkan diri ini, dalamku....
Inginku kesana, tapi apakah doaku saja ?
Inginku ucapkan, tapi cukupkah doaku saja ?
Inginku peluk, cukupkah khawatir ku saja?"
Inginku, ingin dirimu......"
"Tapi, Doa ku saja cukup" untuk saat ini.
"5 Ketika"
Ketika aku memikirkanmu, Roh Kudus datang padaku
dan berbisik : "Berdoalah"
Ketika aku khawatir padamu, Roh Kudus berbisik
:"Percayalah"
Ketika aku bertanya-tanya, Roh Kudus berbisik
:"Serahkan pada Tuhan"
Ketika aku merindukanmu, Roh Kudus berbisik
:"Bersyukurlah akan itu"
Ketika aku mencintaimu, Roh Kudus "menegur"
:" Come to HIM, and preparing yourself to be the one"
"Kabar Baik Dunia Membawaku pada-Mu dan mu"
Dia lahir, Dia datang, Dia menepati janji-Nya.
Dunia selalu berbahagia, aku tidak sejak 11 tahun yang lalu.
23 sudah tahunku, kembali aku merasakan-Mu dan mu, sungguh 12 tahun yang biasa saja.
Kabar baik dunia malam itu, hal yang selalu aku rindukan.
"Kabar baik dunia membantuku"
"Kabar baik dunia menyapaku"
"Kabar baik dunia menyadarkanku"
"Kabar baik dunia menyemangatiku"
"Kabar baik dunia menjadikanku milik-Mu dan mu"
dan akhirnya sadar sungguh aku tak layak"15
"Waktu Tersisa 15 Menit"
Pena ku menulis, membiarkan tintanya habis,
ketika tintanya habis aku yang sedih.
selesaikan saja segera !!!
Jika tinta tubuhku yang habis, akan kah kau sedih ??
15 menit doakan aku menjadi pria yang sepadan dengan dia.
Waktu itu menyebalkan, tapi bersyukur atas 15 menit dan atas kamu.
15 menit anaku panik, lelah, ngantuk dan menangis, tapi aku tidak.
Aku bahagia karena-Mu dan mu
Tertuangkan sepercik tinta di ruang ujian nomor 5 dengan waktu 90 menit.