Minggu, 27 Januari 2019

CERITA 1

Apa titik akhir dari sebuah studi yang telah di selesaikan ?
Inilah yang aku pikirkan sekitar 2 bulan yang lalu, apakah sampai disini, apa yang harus aku syukuri ?? apa yang membedakan aku dengan yang lain ?? toh, pada jaman ini semua orang juga wisuda, semua orang sudah punya gelar, semua orang mempunyai kesempatan dan jalan yang sama.
Begitulah yang aku rasakan ketika menjelang pertanggung jawaban sebuah tugas akhir dalam sebuah uji pra sidang dan ujian sidang.

Jujur, aku tak begitu senang, tak begitu takjub dan aku merasa biasa-biasa saja akan hal itu. ketika pengumuman yudisium di umumkan setiap orang begitu antusias dan bahagia, ada yang mengabadikan lewat gambar dan video ketika nama mereka dinyatakan lulus. Ada tradisi penyambutan bagi mahasiswa2 yang telah sidang, disana teman2 saya sudah mempersiapkan bagaimana mereka memposisikan diri mereka nanti, mereka begitu semangat ketika mereka turun dari lantai 4 menuju halaman fakultas yang nantinya akan disambut oleh rekan2 seperjuangan baik yang belum selesai ataupun yang telah menjadi alumni.

Tapi aku tidak, Aku memilih berdiam diri dikantin, mengobrol dengan penjaga kantin dan merenungkan akan pertanyaan2 yang di atas.
kemudian aku melihat beberapa teman menelpon orang tua mereka, memberi kabar disertai mata yang berkaca-kaca, sungguh terharu dan aku berfikir mengapa aku tidak merasakan hal itu.

 Aku mencoba menelpon orang tua dirumah.....
Mamak : "Gimana amang hasilnya ?"
Saya : " Udah barusan beres, oh iya Mak aku booking tiket pulang ya, besok aku langsung pulang" kemudian segera aku akhiri pembicaraan.
"Tidak ada yang berkaca-kaca disana, ....."

Lion Air JT-390, Thursday, 27 Dec 2018 (09:40-11:25)
Jakarta-Pekanbaru.
Siaaapppp, penerbangan pertama lewat jakarta setelah sekian lama terlanjur betah dan nyaman dari bandung. mencari travel dari bandung menuju bandara soetta, yapp tersiswa keberangatan jam 11 malam itu dan akan tiba jam 3 subuh di jakarta, Yaa aku punya waktu cukup lama 7 jam berdiam diri di jakarta sendirian.

Dalam perjalanan bdg-jkt, masih dengan perasaan yang biasa-biasa saja. tidak ada kegembiraan karena kuliah sudah beres atau karena ingin pulang kerumah. tak seperti biasaanya dan tak seperti oranglain pada umumnya. Ku ambil Headphone Kw andalan dan putar musik, tidur, bangun, kemudian tertidur lagi dan bangun lagi hingga musiku mengantarkan ku ke bandara soetta.

Setibanya di bandara, aku memilih untuk berdiam diri di terminal luar menunggu dan melihat alur penurunan penumpang dan pejemputan penumpang, sementara yang lain langsung check-in menuju bandara dan tidur di ruang tunggu/mushalla. aku menikmati hawa subuh pagi hari di jakarta tidak begitu dingin dan tidak begitu panas. 1 jam berlalu ditemani musik-musikku yang terputar lewat Hp.

Sekitar 90 menit berdiam diri, aku mulai berifikir mengapa aku Tuhan ? apa yang akan terjadi ? aku takut, Apa yang harus aku rasakan dan apa yang harus aku lakukan ? Jangan tinggalkan aku Tuhan, tegur aku jika aku dan caraku salah. aku mulai gelisah dan mulai menerka-nerka.
Entah mengapa seketika aku ingin berdoa ditengah keramaian, aku berdoa tapi tidak mengucapkan satu katapun, hanya memanggil dan menyebutkan nama Tuhan kurang lebih sekitar 10 menit, hingga disapa oleh seorang bapak paruh baya yang sedang dalam perjalanan bisnis dia ingin menawarkan permen karetnya.

kemudian aku mengambil Hp dan sibuk membalas chat ucapan selamat, yang sengaja tidak aku balas ketika dalam perjalanan. terbesit keinginan untuk mengambil headphone dan memutar video di Youtube (Aplikasi favorite gue), entah mengapa yang muncul di beranda youtube adalah lagu Rohani yang sering saya putar ketika saat teduh. Ya Sudah, sekalian saja bernyanyi dan berdoa di keramaian itu, kemudian terputarlah lagu Bapa Yang Kekal, aku mendalami setiap lirik diserta emosi jiwa yang berujung air mata, saat dengar lagu itu aku mulai sadar apa yang terjadi kepadaku sekarang dan bagaimana seharusnya aku saat ini. Ya, aku begitu sombong, merasa biasa-biasa saja dan tak ada ucapan syukur keluar dari bibir ini.

Aku mencoba mengulang memori ingatan lama ketika baru memulai perkuliahan, sendiri di tanah sunda, tak kenal satu orangpun, merasa takut dan ragu akan pembelajaran di perkuliahan, kuliah renang tenggelam dan tidak mau ikut gabung dengan komunitas kristen.

Hal tersebutlah yang menyadarkanku begitu dahsyat dan ajaib Tuhan, aku sadar siapa aku dulu hingga Tuhan tak pernah lelah untuk membawaku kembali padanya, memalui kejadian-kejadian yang terjadi pada saat itu, seolah-olah Tuhan berkata ini Aku, kau milik-KU, hiduplah didalam-KU karena aku yang berkuasa atas dirimu, studimu dan hidupmu. ya aku sadar, bahkan untuk kuliah di FPOK/UPI bandung aku tidak menyangka akan keterima, karena faktanya Jurusan olahraga terbaik di Indonesia ya Fpok/Upi ini.

Tak henti-henti mata ini mengeluarkan cairan, sekitar 30 menit aku merenung dan menangis, ya aku harus bersyukur, semudah itu solousi dari  keresahan 2 bulan kebelakang yaitu bersyukur atas apa yang boleh terjadi. Seumur hidup aku telah menangis dua kali didepan umum salah satunya karena ini. Aku bersyukur emosi dalam bentuk tangisan keluar hanya  ketika sedang dalam pergumulan yang melibatkan perasaan kepada Tuhan bukan untuk hal-hal yang lain.

Cerita singkat yang intinya Jangan lupa Bersyukur, begitu mudah mengucapkan dan menasihati kepada orang lain, tapi percayalah ketika itu terjadi pada kita sungguh hal yang paling sulit, karena bersyukur adalah hal yang kompleks, yang melibatkan perasaan antara kau dan Tuhan.

Sekian dan terimakasih.
I JESUS YOU

Kamis, 13 Desember 2018

RUANGAN UJIAN NOMOR 5

"Kartu Ujiannya Mana?"

Hati gelisah sejak pagi itu kudengar kabarmu,
khawatir tak beralasan.
Anakku berkata-kata dalam dirinya,
"sedang apa bapak ini ?" sambil berpikir keras dengan angka-angka yang belum selesai meja-mejanya.
Aku curiga, aku berdiri dan bertanya " Mana Kartu Ujianmu"?


"Cukupkah Doa Ku Saja ?"

Ampuni dan Sadarkan diri ini, dalamku....
Inginku kesana, tapi apakah doaku saja ?
Inginku ucapkan, tapi cukupkah doaku saja ?
Inginku peluk, cukupkah khawatir ku saja?"
Inginku, ingin dirimu......"
"Tapi, Doa ku saja cukup" untuk saat ini.

"5 Ketika"

Ketika aku memikirkanmu, Roh Kudus datang padaku
dan berbisik : "Berdoalah"
Ketika aku khawatir padamu, Roh Kudus berbisik
:"Percayalah"
Ketika aku bertanya-tanya, Roh Kudus berbisik
:"Serahkan pada Tuhan"
Ketika aku merindukanmu, Roh Kudus berbisik
:"Bersyukurlah akan itu"
Ketika aku mencintaimu, Roh Kudus "menegur"
:" Come to HIM, and preparing yourself to be the one"


"Kabar Baik Dunia Membawaku pada-Mu dan mu"

Dia lahir, Dia datang, Dia menepati janji-Nya.
Dunia selalu berbahagia, aku tidak sejak 11 tahun yang lalu.
23 sudah tahunku, kembali aku merasakan-Mu dan mu, sungguh 12 tahun yang biasa saja.
Kabar baik dunia malam itu, hal yang selalu aku rindukan.
"Kabar baik dunia membantuku"
"Kabar baik dunia menyapaku"
"Kabar baik dunia menyadarkanku"
"Kabar baik dunia menyemangatiku"
"Kabar baik dunia menjadikanku milik-Mu dan mu"
dan akhirnya sadar sungguh aku tak layak"15

"Waktu Tersisa 15 Menit"

Pena ku menulis, membiarkan tintanya habis,
ketika tintanya habis aku yang sedih.
selesaikan saja segera !!!
Jika tinta tubuhku yang habis, akan kah kau sedih ??
15 menit doakan aku menjadi pria yang sepadan dengan dia.
Waktu itu menyebalkan, tapi bersyukur atas 15 menit dan atas kamu.
15 menit anaku panik, lelah, ngantuk dan menangis, tapi aku tidak.
Aku bahagia karena-Mu dan mu


Tertuangkan sepercik tinta di ruang ujian nomor 5 dengan waktu 90 menit.

Kamis, 01 Februari 2018

SAHABAT SEJATI DALAM KRISTEN



SAHABAT SEJATI

Hidup sesungguhnya adalah suatu rangkaian relasi dan relasi ini bersifat niscaya. Tidak suatu hidup individu yang dapat dipahami dan dihayati tanpa adanya relasi. Relasi dalam hidup kita terjadi dengan Allah dan manusia yang didalamya terdapat yang keluarga dan SAHABAT. 

Pada kesempatan ini saya mempunyai kerinduan menulis tentang SAHABAT SEJATI, tentunya dibungkus dengan firman Tuhan. Apa itu sahabat ? bagaimana sahabat ? cara memilih sahabat ? dan bagaimana menjadi sahabat.

Ketertarikan saya menulis tentang sahabat ini adalah karena saudara PA saya NICO MANULLANG akan kebagian menjadi pembawa sharing dalam KTB (KELOMPOK TUMBUH BERSAMA) PMK UPI BANDUNG, beliau meminta saran kepada saya dan saya berharap tulisan ini dapat membantu dan menjadi berkat bagi yang mendengar ataupun membaca. 

Apakah ada perbedaan antara teman/kawan dan sahabat ?????? apakah ada perlakuan  khusus antara teman dan sahabat dan adakah perbedaan penggunaan kata/sebutan ?
Kita sering menggunaka kata teman dalam kehidupan seperti, teman sekelas, teman kerja, teman bisnis. Coba kita ganti dengan kata atau sebutan sahabat , apakah cocok ? apakah pantas dan apakah ada ?
Sahabat bisnis ? sahabat kerja ? sahabat sekelas ? tentu tidak ada, karena sabahat definisi tekecilnya adalah selalu Bersama suka dan duka dan tidak pernah mengambil keutungan. Begitu spesialnya seorang SAHABAT, begitu susahnya dicari, oleh karena itu sedikit banyak orang suilt menemukan dan bahkan tidak punya sahabat dalam kehidupannya.

Bisa saja kita mempunyai teman yang banyak, uang yang banyak , pekerjaan dengan pangkat dan kedudukan yang baik tapi apabila kita tidak memili sahabat maka rasanya dunia ini menjadi dunia yang hampa, kosong dan sepi. 

Selanjutnya saya akan membahas lebih dalam.

Sahabat sejati adalah kerinduan sejati. Karena sahabat sejati selalu rela mengivestasi waktu demi waktu untuk ada disamping diri, tidakkah itu memberikan ketenangan dan rasa nyaman  ??Sahabat sejati ia selalu menabur KASIH, mengerti persoalan HATI, dan memberikan kata-kata manis sebagai SOLUSI.
Tidak ada nilai yang lebih tinggi dari persahabatan, tak ada yang lebih hebat dari sahabat sejati, yang menjadi pertanyaan “ APAKAH KITA MEMILIKI SAHABAT SEJATI YANG PENUH PENGERTIAN, MEMAHAMI SEPENUHNYA ? apa yang kita jalani dikehidupan tak pernah berpikir SERONG, tak pernah menjahati diri, tak pernah mengambil keuntungan  tetapi selalu ada disisi untuk memberi kontribusi dalam wujdu bakti yang menyenangkan.

Memiliki sahabat sejati itu harta karun karna yang tak ternilai, karena itu belajarlah untuk memilah dan memilih, dapatkanlah sahabat sejati bukan hanya asal orang yang berkawan dengan otak sejuta keuntungan, tetapi disisi lain “BELAJARLAH PULA MENJADI SAHABAT SEJATI “ bagi banyak kawan sehingga mereka memandang kita dalam rasa hormat yang penuh tak pernah ingin berpisah karena kita sahabat yang bisa di PERCAYA. 

Terkadang TUHAN memakai orang lain untuk membentuk kita termasuk sahabat.

(Amsal 27;5-6) pembentukan karkater ditentukan oleh kerelaanya menerima teguran dan pembelajaran dari orang lain, interaksi atau persekutuan dengan orang lain akan membawa dampak bagi kita seperti dipertajam, dimatangkan dan didewasakan .
Yang membentuk dan menggesek kita biasanya bukan orang jauh melainkan orang yang dekat dengan kita yaitu sahabat. Oleh karna itu kita harus berhati-hati dalam memilih sahabat dan berhubungan dengan seorang lainnya.
Baca di AMSAL 13;20 DAN 1 KORINTUS 15;33 

SIFAT SAHABAT SEHARUSNYA
> Sahabat memberi nilai tambah positif bagi kita, membangun, menguatkan kita dan membimbig kita PADA KEHIDUPAN YANG BERKENAN KEPADA TUHAN
> Sahabat memberi dan MENERIMA dan berjalan Bersama baik suka maupun duka, meningkatkan semangat dan gairah dalam BELAJAR, atau MELAYANI TUHAN.

“UNTUK APA KITA PUNYA SAHABAT BILA DENGAN PERSAHABATAN ITU KITA HANYA SEMAKIN JAUH DARI TUHAN, MENINGGALKAN PELAYANAN, NILAI PERKULIAHAN MENJADI TURUN DRASTIS DAN SEBAGAINYA. 

Itu sebabanya tidak gampang menemukan sahabat sejati, butuh proses dan waktu yang tidak singkat. Mudah menemukan sahabat ketika dalam keadaan sukacita, tetapi sulit saat dalam keadaan DUKA, ada tertulis (AMSAL 19: 4 ).

Sahabat tidak hanya menyenangkan hati sahabatnya, tetapi juga siap untuk menegur dan mengingatkan bila ada kesalahan, karena ia tak ingin sahabatnya jatuh lebih dalam (AMSAL 27;5 ).
Banyak orang ketika dalam pelayanan sudah mencapai titik tertentu pelayanannya sukses, dia berhasil akhirnya dia kehiangan sahabat sama seperti teori kerucut makin tinggi seseorang makin akhirnya dia dalam kesendirian. Tetapi disanalah peran sahabat seharusnya bisa meluangkan waktu untuk berbincang-bincang, karena sering sekali seseorang dalam posisi tinggi orang sudah tidak lagi dekat dengan sahabat, tetapi hanya dikelilingi oleh penjilat-penjiliat yang selalu meng-iyakan perkataannya. Coba kita lihat dan perhatikan kisah Daud dan Yonathan.

CONTOH NABI DALAM PERSAHABATAN,
1 Samuel 18, yonathan dan daud sahabat yang mempunyai komitmen dan berpegang pada ikatan , Yonatahan rela mempertaruhkan posisi dan nyawanya dihadapan ayahnya sendiri juga Daud  setelah menjadi Raja atas Israel dan walaupun Yonathan sudah meninggal Daud tetap memperhatikan anak Yonathan yang cacat. Inilah bentuk kasih dari sahabar yang sejati, tulus dan terbatas waktu.

SUDAHKAH KITA MENJADI SAHABAT SEJATI BAGI ORANG LAIN ??
Selamat memiliki sahabat sejati dan berlomba menjadi sahabat sejati bagi kawan yang laiinya.
GBU, AND I JESUS U 

dantamsibarani.blogspot.com/

Sabtu, 02 September 2017

MENGAMPUNI

MENGAMPUNI//dantasibarani.blogspot,com

  Mengampuni
“Bukanlah kemampuan kita berpikir yang membuat kita berbeda dengan hewan, melainkan kemampuan kita untuk bertobat dan mengampuni” (Solzhenitsyn)
Adalah wajar dan lazim kalau manusia melakukan kesalahan. Namun adalah sifat ilahi kalau kita bias mengampuni. Dalam relasi kita dengan sesama pelanggaran dan kesalahan selalu terjaadi tiap hari, baik yang kita lakukan ataupun yang orang lain lakukan.
Apakah kita bisa tidak mengampuni dengan alasan bahwa kita hanya manusia biasa bukan manusia dengan karakter ilahi ?
Kita tidak dapat memahami Kekristenan tanpa memahami pengampunan. Kita tidak mungkin menghayati kasih kristus tanpa mengalami pengampunan, kita tidak dapat mengerti arti kematian Yesus di kayu salib tanpa berkaitan dengan pengampunan. Dalam Kekristenan “pengampunan” dan “mengampuni” adalah salah satu kosa kata yang sangat umum dan hamper semua orang Kristen mengenal kata ini. Namun ini sangatlah tidak muda untuk di praktikkan, mengampuni merupakan suatu konsep kompleks yang berhubunga dengan perasaan, emosi.

1.      1. Mengapa kita harus mengampuni ?
Mengampuni merupakan suatu tuntutan Tuhan bagi kita. Secara manusiawi seseorang tidak bersikap penuh kemarahan dan pengertian terhadap oranglain yang telah berbuat kesalahan atau kerugian pada kita. Kita harus mengampuni karena Tuhan Yesu memerintahkan kita untuk mengampuni (Mat 6:14-16, Mrk 11:25). Sebagai orang yang sudah mengalami pengampunan dari Allah dan mengalami pembaharuan, maka tidaklah berlebihan jika Allah menuntut kita untuk kita memiliki sifat ilahi ini, yaitu mau dan bisa mengampuni.
2.      2. Apakah mengampuni merupakan pilihan dan kehendak yang disadari atau hanya sebagai perasaan dan keadaan nyaman secara emosi ?
Kolose 3:13, mengampuni adalah suatu pilihan kehendak yang berdasarkan motivasi untuk menaati firman Allah. Mengampuni merupakan tindakan jiwa atau mental yang aktif dalam diri manusia, bukan tindakan yang tidak sengaja atau bahkan sering disebut tindakan pasif. Bahkan keadaannya kita sering mengampuni karena memaksa diri menaati kehendak Allah. Jadi persoalannya bukan kita bisa mengampuni atau tidak bisa, melainkan apakah kita mau mengampuni atau tidak mau mengampuni. Sesungguhnya hidup sebagai murid Kristus kita tidak memiliki pilihan lain dan harus meneladi Kristus, yaitu mengampuni.


3.     3. Bagaimana kita bisa mengampuni jika kita tidak merasa mengampuni? Bagaimana menjadikan pilihan untuk mengampuni menjadi suatu perubahan sikap hati ?
Apakah kita dapat mengampuni dengan begitu saja dan seketika kita hendak mengampuni? Belum tentu. Seringkali untuk melakukan hal ini kita harus bergumul dengan sulit dan begitu panjangnya.
kita mengampuni berdasarakan iman dan ketaatan”, karena menurut saya mengampuni adalah sifat yang bertentangan dari natur manusia, oleh karena itu kita harus mengampuni dengan iman sehingga dengan segenap hati kita merasa mengampuni. “ Allah pasti memampukan anak-anak-Nya untuk menaati firman-Nya”Ia pasti memampukan hati kita mengalami sepenuhnya mengampuni. Mengampuni bukanlah sebuah transaksi seketika melainkan suatu jalan hidup, mengampuni haruslah berfokus pada anugrah Allah yang menjadikan kita mengalami mengubah kita bagaimana kita harus hidup di dunia ini.

4.      4. Bagaimana kita mengetahui bahwa kita sungguh-sungguh telah mengampuni?
Lewis B.Smedes mengatakan “jika anda membebaskan orang yang berbuat salah dari kesalahannya, anda mengeluarkan tumor akut dari kehidupan batinmu”
Kutipan ini sengaaja saya ambil, karena makna dan artinya sangat mampu membuat kita mengerti bahwa mengampuni merupakan kebebasan batin, maksudnya adalah terdapatnya perasaan senang dan lega disaat kita mengampuni.
Dan kita juga sering mendengar bahwa orang yang mengampuni hidupnya lebih bahagia dan lebih sehat dari pada mereka yang menyimpan amarah dan dendam

“FORGIVENESS IS LIKE FAITH. YOU HAVE TO KEEP REVIVING IT”
-Mason Cooley

Rabu, 29 Maret 2017

karakter ketidak pedulian



Karakter ketidak pedulian

 

Karakter terburuk dari orang adalah ketidak pedulian, karena ketidak pedulian mencerminkan tidak ada kasih didalam orang tersebut. Kita tahu Yesus selalu mengingatkan kita melalui firmannya untk terus memberikan kasih. “Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap hidupmu,......”  dan “Kasihilah sesamu manusia, seperti dirimu sendiri”
Ketidak pedulian yang pertama yaitu,
1.      Ketidak pedulian atas rencana dan teguran Tuhan
2.      Ketidak pedulian terhadap keluarga
3.      Ketidak pedulian terhadap tanggung jawab diri sendiri
4.      Ketidak pedulian terhadap orang sekitar
5.      Ketidak pedulian terhadap orang-orang yang membutuhkan
Sering sekali kehidupan kita dirasuki rasa ketidak pedulian, menjauhkan diri dari kasih dan sumber kasih itu sendiri, yang membuat kita semakin tumbuh dalam terhadap rasa ketidak pedulian. Paulus pernah berkata “sekalipun aku dapat berkata-kata,berbuat apapun jika aku tidak memiliki kasih aku sama saja seperti gong yang berbunyi”
Paulus begitu tegas mengatakan hal tersebut, dia menegaskan kehidupan orang kristen haruslah dengan kasih, menurut saya itulah yang menjadi pembeda orang kristen dengan orang yang beragama lain. Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang kristen yang mengenal kasih itu ? . sudah seharusnya kita menjadi pelaku kasih tersebut, melatih perkataan dan tindakan yang membawa berka bagi sekitar, menjadi terang ditengah kegelapan dunia ini. Kita sebagai mahasiswa dimanapun kita ditempatkan Tuhan, percayalah Tuhan memberikan kasih itu kepada kita agar kita bisa menjadi perpanjangan tangan-Nya. Ditengah-tengah studi kita masihkah kita melakukan kasih walaupun kita sering merasa ketidak adilan, diasingkan dan bahkan tidak dianggap.
“justru karena ketidak adilan, diasingkan,diajuhi bahkan tidak di anggap, disanalah kasih itu harus kita berikan. Agar mereka melihat kasih anak Tuhan nyata di dalam kita, jauhi rasa ketidak pedulian”


Ketidak pedulian datang karena
1.      Sifat malas dan tidak mau repot
2.      Pendidikan yang keliru
3.      Karakter masa bodo
Sungguh hal tersebut menjadi penghalang bagi kita khususnya saya yang sering melakukan hal tersebut. Membiarkan diri kuasa iblis bekerja dan menggunakan tubuh kita untuk pekerjaan yang sia-sia. Ingin ditolong tetapi tidak mau menolong, ingin dikasih tapi tidak mau mengasihi, malas menegur teman yang salah karena merasa itu bukan urusan kita dan tidak mau merepotkan diri.
      Pendidikan yang keliru ketika kita kecil menjadi perhatian khusus disini, kita sering mendengar orangtua berkata “ habisin makanannya, jangan bagi-bagi sama teman nanti dikelas” sungguh hal itu menjadi salah satu perusak karakter pribadi seseorang. Mengajarkan ke egoisan dari kecil.
Masa bodo dengan lingkungan sekitar, kita sering berkata “bodo amat, hidup-hidupnya dia, ngapain kita urusin” hal tersebut sama saja dengan menjauhkan diri kita dari pekerjaan kasih yang akan Tuhan berikan. Karena Tuhan ingin memakai kita untuk membawa terang, membawa orang yang belum percaya menjadi percaya.
Maka dari itu teman-teman sekalian, pekalah dan pedulilah akan perkerjaan yang akan Tuhan percayakan kepada kita, jangan menjauhka diri. Saling mengasihi, tolong menolong dan bersyukur dengan apa yang kita punya.
“Kita menangis ketika kita tidak punya sepatu baru, coba lihatlah orang yang tidak punya kaki” mengerti ?????
“Dengan menolong kita akan ditolong”
“kita menolong karena Tuhan terlalu baik akan hidup kita, bukan karena kita ingin ditolong”
Dampak negatif dari rasa ketidak pedulian :
1.      Hidup kita menyebalkan bagi orang lain
2.      Hidup kita tidak diperhatikan ketika kita dalam kesusahan
3.      Hidup kita tidak mendapatkan manfaat yang positif
4.      Kita menjauhka diri dari berkat-berkat Tuhan
Apakah kehadiran kita diharapkan oleh orang lain ?, apakah kehadiran kita membawa berkat bagi lingkungan sekitar ? dengan tindakan,tutur kata atau pemikiran kita apakah membawa suatu berkat ? pertanyaan diatas sudah seharusnya kita renungkan, dengan begitu kita akan sadar arti dari kehidupan kita bagi lingkungan sekitar.
 “jangan tanya apa yang kita dapatkan dari lingkungan sekitar, tetapi apa yang sudah kita berikan atau lakukan bagi lingkungan sekitar”
Perbuatlah demikian agar lingkungan dimana kita berada di situ terpancara kasih dan berkat Tuhan dalam diri kita. “Yesus datang kedunia bukan untuk dilayani, melainkan melayani” “siapa yang hendak menjadi terbesar diantara kamu, hendaklah dia menjadi pelayanmu” “yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan” perkataan-perkataan Yesus kiranya boleh merubah hidup kita.
“ saat kita peduli dengan sesama, berkat Tuhan tercurah dalam diri kita “

Syalom
Semoga memberkati, I JESUS YOU