Minggu, 12 Maret 2017

mengungkapkan sikap hati



Mengungkapkan Sikap Hati

ORANG YANG BERMEGAH,
TIDAK MERASA HANCUR
ORANG YANG HANCUR
Berfokus pada kesalahan orang lain
Terbenam oleh kebutuhan rohani mereka
Membenarkan diri; memiliki semangat yang kritis dan suka mencari-cari kesalahan; melihat pada hidup/kesalahan sendiri dengan menggunakan teleskop tetapi melihat hidup/kesalahan orang lain menggunakan mikroskop.
Penuh belas kasih, memiliki semangat mengampuni; mencari yang terbaik dalam diri orang lain.
Memandang rendah orang lain
Menghargai orang lain lebih baik daripada diri sendiri
Mandiri; merasa cukup diri
Memiliki jiwa bergantung pada Allah dan manusia; mengakui kebutuhan akan orang lain
Mempertahankan kontrol; harus memegang kendali
Menyerahkan kontrol
Harus membuktikan bahwa mereka benar
Bersedia menyerahkan hak untuk menjadi benar
Mengklaim hak
Menyerahkan hak
Memiliki jiwa menuntut
Memiliki jiwa memberi
Melindungi waktu, hak, dan reputasi diri
Menyangkal diri
Ingin dilayani
Termotivasi untuk melayani orang lain
Ingin sukses
Ingin setia untuk membuat orang lain suksees
Mengejar pencapaian diri
Ingin memajukan orang lain
Ingin diakui dan dihargai
Memiliki perasaan tak berharga di luar Kristus; senang ketika dijadikan berguna; ingin supaya orang lainlah yang dipuji
Terluka ketika orang lain yang dipromosikan dan merasa diabaikan
Bersukacita ketika orang lain dipuji
Berpikir pelayanan ini istimewa karena ada saya
Berpikir saya tidak layak melayani dalam pelayanan ini
Berpikir mengenai apa yang dapat saya lakukan bagi Allah
Mengetahui bahwa saya tidak memiliki apapun untuk ditawarkan kepada Allah
Percaya diri karena banyaknya yang saya ketahui
Rendah hati karena masih banyak yang saya tidak ketahui dan perlu untuk selalu belajar
Terlalu memperhatikan diri
Tidak mementingkan diri sendiri sama sekali
Menjaga jarak dengan orang lain
Mengambil resiko menjadi dekat dengan orang lain; bersedia mengambil resiko mengasihi dengan intim
Cepat mempersalahkan orang lain
Menerima tanggungjawab pribadi; dapat melihat dimana kesalahan sendiri
Sulit didekati
Mudah didekati
Membela diri ketika dikritik
Menerima kritik dengan hati yang terbuka dan rendah hati
Ingin dihormati
Ingin menjadi rill
Cemas dengan apa yang orang lain pikirkan
Tahu bahwa yang penting adalah apa yang Alah ketahui
Berusaha keras untuk mempertahankan kesan pribadi dan melindungi reputasi diri
Mematikan reputasi diri
Merasa sulit untuk membagikan kebutuhan rohani dengan orang lain
Bersedia membuka diri kepada orang lain
Ingin memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui dosa mereka
Bersedia untuk diungkapkan (dosanya); mengetahu bahwa begitu dihancurkan, tidak ada yang tersisa
Sulit mengatakan, “Saya salah, bersediakah Abda mengampuni saya?”
Cepat mengakui kesalahan dan cepat mencari pengampunan
Mengakui dosa kepada Tuhan secara umum saja
Berurusan dengan dosa secara mendetail
Peduli terhadap konsekuensi dosa mereka
Berduka atas akar dosa mereka
Bersedih hati karena ketahuan oleh orang lain telah berbuat dosa
Bertobat dari dosa mereka dan meninggalkannya
Menunggu pihak lain untuk dan meminta maaf  dalam suatu konflik
Mengambil inisiatif pendamaian; meminta maaf terlebih dahulu
Membandingkan diri dengan orang lain dna merasa layak dihormati
Membandingkan diri dengan kekudusan Allah dan merasa sangat membutuhkan belas kasihan dari Kristus
Buta terhadap kondisi hati yang sesungguhnya
Berjalan dalam terang
Tidak berpikir ada sesuatu hal dari dirinya yang perlu bertobat
Memiliki sikap hati yang berkelanjutan terhadap pertobatan
Tidak berpikir bahwa ‘saya memerlukan kebangunan’ (berpikir bahwa orang lain yang perlu)
Terus merasakan kebutuhan akan perjumpaan yang menyegarkan dengan Roh Kudus
  thanks by : melinsibarani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar