Mengungkapkan
Sikap Hati
|
ORANG YANG BERMEGAH,
TIDAK MERASA HANCUR
|
ORANG YANG HANCUR
|
|
Berfokus pada
kesalahan orang lain
|
Terbenam oleh
kebutuhan rohani mereka
|
|
Membenarkan diri;
memiliki semangat yang kritis dan suka mencari-cari kesalahan; melihat pada hidup/kesalahan
sendiri dengan menggunakan teleskop tetapi melihat hidup/kesalahan orang lain
menggunakan mikroskop.
|
Penuh belas
kasih, memiliki semangat mengampuni; mencari yang terbaik dalam diri orang
lain.
|
|
Memandang rendah
orang lain
|
Menghargai orang lain
lebih baik daripada diri sendiri
|
|
Mandiri; merasa
cukup diri
|
Memiliki jiwa
bergantung pada Allah dan manusia; mengakui kebutuhan akan orang lain
|
|
Mempertahankan
kontrol; harus memegang kendali
|
Menyerahkan
kontrol
|
|
Harus membuktikan
bahwa mereka benar
|
Bersedia
menyerahkan hak untuk menjadi benar
|
|
Mengklaim hak
|
Menyerahkan hak
|
|
Memiliki jiwa
menuntut
|
Memiliki jiwa
memberi
|
|
Melindungi waktu,
hak, dan reputasi diri
|
Menyangkal diri
|
|
Ingin dilayani
|
Termotivasi untuk
melayani orang lain
|
|
Ingin sukses
|
Ingin setia untuk
membuat orang lain suksees
|
|
Mengejar
pencapaian diri
|
Ingin memajukan
orang lain
|
|
Ingin diakui dan
dihargai
|
Memiliki perasaan
tak berharga di luar Kristus; senang ketika dijadikan berguna; ingin supaya
orang lainlah yang dipuji
|
|
Terluka ketika orang
lain yang dipromosikan dan merasa diabaikan
|
Bersukacita
ketika orang lain dipuji
|
|
Berpikir
pelayanan ini istimewa karena ada saya
|
Berpikir saya
tidak layak melayani dalam pelayanan ini
|
|
Berpikir mengenai
apa yang dapat saya lakukan bagi Allah
|
Mengetahui bahwa
saya tidak memiliki apapun untuk ditawarkan kepada Allah
|
|
Percaya diri
karena banyaknya yang saya ketahui
|
Rendah hati
karena masih banyak yang saya tidak ketahui dan perlu untuk selalu belajar
|
|
Terlalu
memperhatikan diri
|
Tidak
mementingkan diri sendiri sama sekali
|
|
Menjaga jarak
dengan orang lain
|
Mengambil resiko
menjadi dekat dengan orang lain; bersedia mengambil resiko mengasihi dengan
intim
|
|
Cepat
mempersalahkan orang lain
|
Menerima
tanggungjawab pribadi; dapat melihat dimana kesalahan sendiri
|
|
Sulit didekati
|
Mudah didekati
|
|
Membela diri
ketika dikritik
|
Menerima kritik
dengan hati yang terbuka dan rendah hati
|
|
Ingin dihormati
|
Ingin menjadi
rill
|
|
Cemas dengan apa
yang orang lain pikirkan
|
Tahu bahwa yang
penting adalah apa yang Alah ketahui
|
|
Berusaha keras
untuk mempertahankan kesan pribadi dan melindungi reputasi diri
|
Mematikan
reputasi diri
|
|
Merasa sulit
untuk membagikan kebutuhan rohani dengan orang lain
|
Bersedia membuka
diri kepada orang lain
|
|
Ingin memastikan
bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui dosa mereka
|
Bersedia untuk
diungkapkan (dosanya); mengetahu bahwa begitu dihancurkan, tidak ada yang
tersisa
|
|
Sulit mengatakan,
“Saya salah, bersediakah Abda mengampuni saya?”
|
Cepat mengakui
kesalahan dan cepat mencari pengampunan
|
|
Mengakui dosa
kepada Tuhan secara umum saja
|
Berurusan dengan
dosa secara mendetail
|
|
Peduli terhadap
konsekuensi dosa mereka
|
Berduka atas akar
dosa mereka
|
|
Bersedih hati
karena ketahuan oleh orang lain telah berbuat dosa
|
Bertobat dari
dosa mereka dan meninggalkannya
|
|
Menunggu pihak
lain untuk dan meminta maaf dalam
suatu konflik
|
Mengambil
inisiatif pendamaian; meminta maaf terlebih dahulu
|
|
Membandingkan
diri dengan orang lain dna merasa layak dihormati
|
Membandingkan
diri dengan kekudusan Allah dan merasa sangat membutuhkan belas kasihan dari
Kristus
|
|
Buta terhadap
kondisi hati yang sesungguhnya
|
Berjalan dalam
terang
|
|
Tidak berpikir
ada sesuatu hal dari dirinya yang perlu bertobat
|
Memiliki sikap
hati yang berkelanjutan terhadap pertobatan
|
|
Tidak berpikir
bahwa ‘saya memerlukan kebangunan’ (berpikir bahwa orang lain yang perlu)
|
Terus merasakan
kebutuhan akan perjumpaan yang menyegarkan dengan Roh Kudus
|
thanks by : melinsibarani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar